HENDRA SYAHPUTRA
Selamat datang di web saya, semoga kita dapat berbagi ilmu pengetahuan By: HENDRA SYAHPUTRA
Kamis, 15 Oktober 2009
Ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan
Selasa, 16 Desember 2008
അയറ്റ് കുര്സി മേഞ്ഞെലന്ഗ് tidur
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."
Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.
"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi."
Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan.Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kelmarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kelmarin. Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."
Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."
"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. "Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.
Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah.
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."
Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta." Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang ertemu denganmu tiap malam itu?"
"Entahlah." Jawab Abu Hurairah.
"Itulah syaitan."
പോര്ടോഫോളിപോ ദാന് ക്രിസിസ് global
Teori portofolio
(Pengambilan keputusan dalam ketidak pastian)
Rata – rata (Mean) dan varian sebagai alat ukur resiko dan hasil pengembalian dari hasil suatu investasi yang mengandung resiko dampak penyebaran dan diversifikasi portofolio, kombinasi beberapa harta yang mengandung resiko dalam bentuk portofolio merupakan sekumpulan peluang investasi bagi para investor, dengan tersedianya peluang – peluang investasi ini akan tampak nantinya bagaimana cara para investor yang tidak mau mengambil resiko menentukan pilihanya, dengan mengetahui tingkat resiko dan hasil pengembalian (Return) dari berbagai pilihan (portofolio) dan cara para investor menentukan pilihanya (teori pilihan) maka kita dapat mengambarkan pilihan portofolio yang optimum.
Pada konteks keseimbangan pasar untuk menejukan bahwa terdapat apa yang disebut dengan harga pasar risiko, seperti halnya dengan harga pasar barang komoditif lainya, seperti harga pisang, jeruk, dan harga lainya. Apabila memang mungkin untuk mengukur resiko suatu proyek investasi dan apabila di ketahui berapa harga suatu resiko, maka tentu bisa ditentukan suatu besarnya tingkat hasil pengembalian yang telah disediakan dengan resiko, (risk-adjested rate return) dan hal yang terakhir ini dapat digunakkan untuk menghitung nilai sekarang suatu proyek
Oleh : Hendra syahputra
Npm :0505160015
Fakultas ekonomi UMSU
Krisis Global
Kredit properti yang terjadi di Amerika telah menyebabkan dampak yang begitu terasa pada perekonomian indonesia khususnya, krisis yang terjadi di amerika menyebabkan sektor ekspor ke amarika mengalami kemacetan yang akibatnya akan mempengaruhi neraca pembayaran untuk indonesia dan yang pastinya akan menyebabkan nilai tukar valuta tidak dapat diprediksi, hal ini pula akan mempengaruhi permintaan pertukaran mata uang akan mengalami penurunan yang sangat drastis dan hasil produksi dalam negeri yang tidak dapat ter ekspor apa bila ekspor tidak dapat dilakukan akan mengakibatnya sektor industri dalam negeri akan mengalami penurunan penjualan, sehinga akan mengalami turunya penawaran harga pasar. Dan kurangnya permintaan pasar. Hal ini sangat mengangu untuk perekonomian yang masih dalam pengembangan, apabila cadangan devisa yang terdapat pada kas negara tidak banyak dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah setidak harus pro atas perusahaan mikro yang ada di indonesia, pemerintahpun harus membantu perusahaan-perusahaan lokal agar terus mampu memproduksi demi keberlangsungan perusahaan yang ada di indonesia, dan masyarakat lokal tentunya agar kiranya lebih memilih belanja di pasar tradisional atau hasil negeri sendiri dari pada memilih produk impor, tentunya hal tersebut akan membantu perekonomian indonesai yang masih dalam pengembangan, dan terhindarnya krisis global yang terjadi dari perekonomian indonesia.
Oleh : Hendra syahputra
Fakultas ekonomi UMSU
Minggu, 30 Maret 2008
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan tentunya mempunyai cara tersendiri dalam pencapaain tujuannya yang dimana cara itu akan menjadi pedoman terus menerus bila mana perusahaan itu memperoleh keberhasilan dalam tujuanya, sehinga akan menjadi budaya di dalam perusahaan yang bersangkutan dalam memperoleh tujuan perbedaan antara budaya kelompok maupun budaya individu dengan budaya organisasi yang dominan menciptakan kesenjangan budaya (calture gup) yang dapat mempengaruhi prilaku individu. Kehadiran suatu sisten pengendalian menejemen secara formal pada suatu lingkungna kerja dengan tingkat kesenjangan budaya yang tinggi diduga semakin meningkat prilaku fungsional manajer. Hal tersebut dilandasi argumentasi bahwa semakin lebar kesenjangan budaya yang dipersepsikan manajer akan semakin meningkatkan ketidak serasian dalam lingkungan kerja tersebut atau dengan kata lain semakin jauh dari goal congruence
Setiap perusahaan tentu mengiginkan agar tujuannya dapat tercapai dengan maksimal, baik dalam pencapaian laba maupun dalam kinerja yang ada didalam perusahaan itu sendiri, maka tujuan tersebut akan tercapai dengan baik jikalau karyawan-karyawan yang ada memiliki skil yang baik atau memperoleh pelatihan-pelatihan yang sempurna sesuai dengan bidang-bidang yang ada dan dominan, latihan-latihan yang baik di perlukan setiap saat, baik bagi karyawan yang baru maupun karyawan yang lama, karyawan-karyawan yang baru harus di rekrut sebelum mereka dapat menjalankan tugas-tugas dan sebelum mereka dapat menjalankan kewajibanya, sedangkan bagi karyawan yang lama semakin komplek pada saat ini ataupun untuk mempersiapkan diri sehubungan dengan adanya trasfer ataupun promosi pada jabatan.
Pengembangan karyawan sangat perlu bagi setiap perusahaan karena tuntutan lingkungan kerja dan persaingan di zaman era globalisasi di dalam kemajuan teknologi memerlukan tenaga kerja yang siap pakai di samping pencapaain tujuan yang di inginkan oleh pimpinan, sehinga memaksa pihak menejemen untuk lebih terampil dalam mengelola dan mengetur para pekerjanya untuk lebih baik dalam melakukan kewajibanya sehinga dapat tercapailah tujuan perusahaan, Pihak manajemen/pimpinan tentu harus memiliki cara untuk pencapaian tersebut. Terlebih lanjut dapat di katakan bagaimana cara atau gaya manajemen untuk mengembangkan keterampilan yang di miliki oleh karyawan-karyawannya sehinga menjadi style tersendiri pada pimpinan untuk lebih lanjut dalam menerapkan peraturan-peraturan di dalam perusahaan
Agar perusahaan mencapai kesuksesan perlu melakukan beberapa alternatif bagi pengembangan karyawan sejak dini baik itu keahlian, pengalaman maupun kemampuan didalam mengambil keputusan ahar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan perusahaan dan meningkatkan hasil kerja karyawan.
Menurut Hendry Simamora (1995, hal. 287) mengemukakan bahwa : “Pengembangan adalah penyiapan individu-individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi didalam organisasi”.
Hasil kerja karyawan yang baik itu diperoleh dari kinerja yang dilakukannya di dalam meningkatkan prestasi kerja dan itu diperoleh dari pengambangan tim kerja karyawan yang dilakukan pihak manajemen agar bawahan mampu bekerja sama dengan efektif dan efisien sehingga didalam pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan akurat sesuai keinginan dan pekerja. Dalam hal ini pihak manajemen/pimpinan perlu sekali melakukan pengembangan tim/karyawan agar kinerjanya dapat meningkat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam mencapai tujuan dan keinginan perusahaan dan pimpinan.
Salah satu dorongan seseorang bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan adalah adanya keinginan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyainya saat ini. Hal inilah yang harus diperhatikan organisasi atau perusahaaan agar loyalitas dan produktivitas karyawan atau tenaga kerja dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Demikianlah pentingnya arti peranan dari perusahaan dalam pencapaian tujuanya, maka penulis tertarik untuk mengetahuai bagaimana pengaruhnya budaya perusahaan dan gaya manajemen serta pengembangan tim kinerja karyawan, dan keinginan tersebut penulis tuangkan dalam penulisan skripsi ini dengan judul : “ Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim kinerja karyawan pada PT. XXX.”
B. Identifikasi Masalah
Setiap perusahaan tentunya selalu menghadapi masalah dan masalah tersebut tergantung pada ruang lingkup perusahaan yang bersangkutan, dan berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada PT. XXX di temukan berbagai permasalahan yang penulis identifikasikan sebagai berikut :
§ Adanya ketidak sesuian antara karyawan dengan budaya yang ada di dalam perusahaan.sehinga membuat karyawan terbebani atas budaya yang tidak sesuai
§ Adanya ketidak puasan karyawan atas penerapan peraturan pada pihak manajemen, sehinga menimbulkan ketidak puasan dalam menlakukan pekerjaan di dalam perusahaan.
C. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Batasan Masalah
Masalah adalah perbedaan antara situasi dan kondisi yang diharapkan dengan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi, masalah juga diartikan sebagai suatu keadaan, hambatan, persoalan yang sedang di hadapi yang memerlukan pemecahan guna mencari jalan keluarnya.
Untuk menghindari terjadi bias masalah di teliti maka penulis membatasi penelitian ini pada budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim kerja karyawan
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan rumusan masalah diatas, maka dapat di rumuskan yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah : “ Apakah ada pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan pada PT. .XXX
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana pengeruh budaya perusahaan pada karyawan PT. XXX
b. Untuk mengetahui gaya menejemen dalam mengetur para karyawanya.
c. Untuk mengetahui dalam pengembangan tim pada karyawan PT.XXX
2. Dengan tercapainta tujuan penelitian diatas, diharapkan penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :
a. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan yang berkenaan dengan budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim.
b. Sebagai penambah ilmu pengetahuan, dan pengeplikasian atas teori-teori yang di pelajari selama ini dalam bentuk penelitian langsung.
c. Sebagai bahan masukan dan perbandingan /referensi bagi peneliti yang relevan.