Selasa, 16 Desember 2008

പോര്ടോഫോളിപോ ദാന്‍ ക്രിസിസ് global

Teori portofolio
(Pengambilan keputusan dalam ketidak pastian)


Rata – rata (Mean) dan varian sebagai alat ukur resiko dan hasil pengembalian dari hasil suatu investasi yang mengandung resiko dampak penyebaran dan diversifikasi portofolio, kombinasi beberapa harta yang mengandung resiko dalam bentuk portofolio merupakan sekumpulan peluang investasi bagi para investor, dengan tersedianya peluang – peluang investasi ini akan tampak nantinya bagaimana cara para investor yang tidak mau mengambil resiko menentukan pilihanya, dengan mengetahui tingkat resiko dan hasil pengembalian (Return) dari berbagai pilihan (portofolio) dan cara para investor menentukan pilihanya (teori pilihan) maka kita dapat mengambarkan pilihan portofolio yang optimum.
Pada konteks keseimbangan pasar untuk menejukan bahwa terdapat apa yang disebut dengan harga pasar risiko, seperti halnya dengan harga pasar barang komoditif lainya, seperti harga pisang, jeruk, dan harga lainya. Apabila memang mungkin untuk mengukur resiko suatu proyek investasi dan apabila di ketahui berapa harga suatu resiko, maka tentu bisa ditentukan suatu besarnya tingkat hasil pengembalian yang telah disediakan dengan resiko, (risk-adjested rate return) dan hal yang terakhir ini dapat digunakkan untuk menghitung nilai sekarang suatu proyek
Oleh : Hendra syahputra
Npm :0505160015
Fakultas ekonomi UMSU


Krisis Global
Kredit properti yang terjadi di Amerika telah menyebabkan dampak yang begitu terasa pada perekonomian indonesia khususnya, krisis yang terjadi di amerika menyebabkan sektor ekspor ke amarika mengalami kemacetan yang akibatnya akan mempengaruhi neraca pembayaran untuk indonesia dan yang pastinya akan menyebabkan nilai tukar valuta tidak dapat diprediksi, hal ini pula akan mempengaruhi permintaan pertukaran mata uang akan mengalami penurunan yang sangat drastis dan hasil produksi dalam negeri yang tidak dapat ter ekspor apa bila ekspor tidak dapat dilakukan akan mengakibatnya sektor industri dalam negeri akan mengalami penurunan penjualan, sehinga akan mengalami turunya penawaran harga pasar. Dan kurangnya permintaan pasar. Hal ini sangat mengangu untuk perekonomian yang masih dalam pengembangan, apabila cadangan devisa yang terdapat pada kas negara tidak banyak dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah setidak harus pro atas perusahaan mikro yang ada di indonesia, pemerintahpun harus membantu perusahaan-perusahaan lokal agar terus mampu memproduksi demi keberlangsungan perusahaan yang ada di indonesia, dan masyarakat lokal tentunya agar kiranya lebih memilih belanja di pasar tradisional atau hasil negeri sendiri dari pada memilih produk impor, tentunya hal tersebut akan membantu perekonomian indonesai yang masih dalam pengembangan, dan terhindarnya krisis global yang terjadi dari perekonomian indonesia.
Oleh : Hendra syahputra
Fakultas ekonomi UMSU

Tidak ada komentar: