Minggu, 30 Maret 2008

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan tentunya mempunyai cara tersendiri dalam pencapaain tujuannya yang dimana cara itu akan menjadi pedoman terus menerus bila mana perusahaan itu memperoleh keberhasilan dalam tujuanya, sehinga akan menjadi budaya di dalam perusahaan yang bersangkutan dalam memperoleh tujuan perbedaan antara budaya kelompok maupun budaya individu dengan budaya organisasi yang dominan menciptakan kesenjangan budaya (calture gup) yang dapat mempengaruhi prilaku individu. Kehadiran suatu sisten pengendalian menejemen secara formal pada suatu lingkungna kerja dengan tingkat kesenjangan budaya yang tinggi diduga semakin meningkat prilaku fungsional manajer. Hal tersebut dilandasi argumentasi bahwa semakin lebar kesenjangan budaya yang dipersepsikan manajer akan semakin meningkatkan ketidak serasian dalam lingkungan kerja tersebut atau dengan kata lain semakin jauh dari goal congruence
Setiap perusahaan tentu mengiginkan agar tujuannya dapat tercapai dengan maksimal, baik dalam pencapaian laba maupun dalam kinerja yang ada didalam perusahaan itu sendiri, maka tujuan tersebut akan tercapai dengan baik jikalau karyawan-karyawan yang ada memiliki skil yang baik atau memperoleh pelatihan-pelatihan yang sempurna sesuai dengan bidang-bidang yang ada dan dominan, latihan-latihan yang baik di perlukan setiap saat, baik bagi karyawan yang baru maupun karyawan yang lama, karyawan-karyawan yang baru harus di rekrut sebelum mereka dapat menjalankan tugas-tugas dan sebelum mereka dapat menjalankan kewajibanya, sedangkan bagi karyawan yang lama semakin komplek pada saat ini ataupun untuk mempersiapkan diri sehubungan dengan adanya trasfer ataupun promosi pada jabatan.
Pengembangan karyawan sangat perlu bagi setiap perusahaan karena tuntutan lingkungan kerja dan persaingan di zaman era globalisasi di dalam kemajuan teknologi memerlukan tenaga kerja yang siap pakai di samping pencapaain tujuan yang di inginkan oleh pimpinan, sehinga memaksa pihak menejemen untuk lebih terampil dalam mengelola dan mengetur para pekerjanya untuk lebih baik dalam melakukan kewajibanya sehinga dapat tercapailah tujuan perusahaan, Pihak manajemen/pimpinan tentu harus memiliki cara untuk pencapaian tersebut. Terlebih lanjut dapat di katakan bagaimana cara atau gaya manajemen untuk mengembangkan keterampilan yang di miliki oleh karyawan-karyawannya sehinga menjadi style tersendiri pada pimpinan untuk lebih lanjut dalam menerapkan peraturan-peraturan di dalam perusahaan
Agar perusahaan mencapai kesuksesan perlu melakukan beberapa alternatif bagi pengembangan karyawan sejak dini baik itu keahlian, pengalaman maupun kemampuan didalam mengambil keputusan ahar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan perusahaan dan meningkatkan hasil kerja karyawan.
Menurut Hendry Simamora (1995, hal. 287) mengemukakan bahwa : “Pengembangan adalah penyiapan individu-individu untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau yang lebih tinggi didalam organisasi”.
Hasil kerja karyawan yang baik itu diperoleh dari kinerja yang dilakukannya di dalam meningkatkan prestasi kerja dan itu diperoleh dari pengambangan tim kerja karyawan yang dilakukan pihak manajemen agar bawahan mampu bekerja sama dengan efektif dan efisien sehingga didalam pekerjaan dapat selesai dengan cepat dan akurat sesuai keinginan dan pekerja. Dalam hal ini pihak manajemen/pimpinan perlu sekali melakukan pengembangan tim/karyawan agar kinerjanya dapat meningkat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dalam mencapai tujuan dan keinginan perusahaan dan pimpinan.
Salah satu dorongan seseorang bekerja pada suatu organisasi atau perusahaan adalah adanya keinginan untuk maju. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk menjadi lebih baik, lebih maju dari posisi yang dipunyainya saat ini. Hal inilah yang harus diperhatikan organisasi atau perusahaaan agar loyalitas dan produktivitas karyawan atau tenaga kerja dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Demikianlah pentingnya arti peranan dari perusahaan dalam pencapaian tujuanya, maka penulis tertarik untuk mengetahuai bagaimana pengaruhnya budaya perusahaan dan gaya manajemen serta pengembangan tim kinerja karyawan, dan keinginan tersebut penulis tuangkan dalam penulisan skripsi ini dengan judul : “ Pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim kinerja karyawan pada PT. XXX.”

B. Identifikasi Masalah
Setiap perusahaan tentunya selalu menghadapi masalah dan masalah tersebut tergantung pada ruang lingkup perusahaan yang bersangkutan, dan berdasarkan penelitian yang penulis lakukan pada PT. XXX di temukan berbagai permasalahan yang penulis identifikasikan sebagai berikut :
§ Adanya ketidak sesuian antara karyawan dengan budaya yang ada di dalam perusahaan.sehinga membuat karyawan terbebani atas budaya yang tidak sesuai
§ Adanya ketidak puasan karyawan atas penerapan peraturan pada pihak manajemen, sehinga menimbulkan ketidak puasan dalam menlakukan pekerjaan di dalam perusahaan.
C. Batasan dan Rumusan Masalah
1. Batasan Masalah
Masalah adalah perbedaan antara situasi dan kondisi yang diharapkan dengan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi, masalah juga diartikan sebagai suatu keadaan, hambatan, persoalan yang sedang di hadapi yang memerlukan pemecahan guna mencari jalan keluarnya.
Untuk menghindari terjadi bias masalah di teliti maka penulis membatasi penelitian ini pada budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim kerja karyawan


2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan rumusan masalah diatas, maka dapat di rumuskan yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah : “ Apakah ada pengaruh budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim terhadap kinerja karyawan pada PT. .XXX

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana pengeruh budaya perusahaan pada karyawan PT. XXX
b. Untuk mengetahui gaya menejemen dalam mengetur para karyawanya.
c. Untuk mengetahui dalam pengembangan tim pada karyawan PT.XXX

2. Dengan tercapainta tujuan penelitian diatas, diharapkan penelitian ini bermanfaat sebagai berikut :
a. Sebagai bahan masukan bagi perusahaan yang berkenaan dengan budaya perusahaan, gaya manajemen dan pengembangan tim.
b. Sebagai penambah ilmu pengetahuan, dan pengeplikasian atas teori-teori yang di pelajari selama ini dalam bentuk penelitian langsung.
c. Sebagai bahan masukan dan perbandingan /referensi bagi peneliti yang relevan.




Tidak ada komentar: